Skip to main content

Sharing Nutrisi, Buka Puasa Bersama serta Santunan Yatim dan Dhuafa bersama SGM Eksplor di Yayasan TK Az -Zaini Bekasi




Alhamdulillah pada hari Jum'at , 24 Mei 2019 di Yayasan Az-Zaini Bekasi telah berjalan dengan lancar acara Bunda Berbagi bersama #SGMEKSPLOR .

Acara dimulai dengan sambutan dari pihak Yayasan Az-Zaini kemudian di lanjut dengan sambutan dai pihak SGM Eksplor yang di wakili mbak Vani.
.
Kemudian acara dilanjutkan dengan sharing nutrisi bersama bunda Aty. Dengan tema " Isi Piringku Anak Usia 4-6 tahun".

Dimana sebaiknya Isi Piringku adalah :
1. 1/3 bagian protein
2. 2/3 bagian karbohidrat
3. 1/2 bagian buah dan sayur .

Berikut adalah contoh menu sehat buat si kecil yang dibuat semenarik mungkin, agar si kecil semangat makan. 



Dan tidak lupa anjuran untuk membiasakan si kecil cuci makan sebelum dan sesudah makan menggunakan sabun. Serta minum air putih yang cukup dan tidak lupa minum susu #sgmeksplor 2x sehari sebagai pendamping makanan bergizi. Agar si kecil menjadi #generasimaju penerus bangsa.
.
Disini juga dijelaskan bahwa penyebab utama masalah gizi di Indonesia adalah konsumsi pangan diberbagai rentang usia yang masih belum memenuhi gizi seimbang di atas. Antara lain asupan energi, konsumsi pangan sumber protein, dan konsumsi sayuan dan buah-buahan yang masib kurang. 

Untuk itu sedari dini mari kita kenal kan dan ajarkan agar si kecil senang mengkonsumsi sayur dan buah serta mengurangi jajan yang tidak sehat dan tidak aman.
Sedikit banyaknya ini rangkuman sharing nutrisi dari SGM Eksplor
.

Dimana audience acara ini terdiri dari walimurid TK dan TPA pada yayasan Az-Zaini dan peserta didik TK dan TPA. Beserta guru dan jajarannya.
.
Acara ditutup dengan buka puasa bersama dan santunan 20 orang Yatim dan Dhuafa yang disponsori oleh SGM eksplor.
TERIMA KASIH SGM EKSPLOR
.
Senangnya menjadi bagian dari #mombassadorsgmeksplor yang bisa berbagi dengan yang membutuhkan bersamma SGM Eksplor.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Penggunaan Gadged bagi si kecil

Di zaman sekarang kehidupan tidak terlepas dari gadged . Si kecilpun ikutan interest dengan barang milenial ini. Tapi tahukan bunda sebaiknya anak usia 0 - 24 bulan dijauhakan dari gadged. Dan untuk anak usia 3-5 tahun dibatasi penggunaan gadged hanya 1 jam sehari. Sedangkan untuk anak usia 6-12 tahun sebaiknya hanya dibatasi 2 jam sehari. Beberapa bahaya penggunaan Gadged bagi si kecil : 1.  Mengganggu pertumbuhan otak anak Sikecil usia 0 - 4 tahun adalah masa emas pertumbuhannya si kecil. Perkembangan otak anak dipengaruhi stimulasi lingkungan. . Stimulasi berlebih dari gadget (hp, internet, tv, ipad, dll) pada otak anak yang sedang berkembang, dapat menyebabkan keterlambatan koginitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsif, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri. 2. Tumbuh kembang yang lambat Bahaya penggunaan gadget pada anak, juga membatasi gerak fisiknya. Yang membuat tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan t...

Salam Kenal 😍

Assalammu^alaikum Hai Moom 😘😘😘 Perkenalkan saya Lyli. Ibu seorang anak yang cantik bernama Arabella 3y6m. Ini adalah blog perdana saya.  Berawal dari temen-temen ig rata-rata punya blog. Makanya saya coba (belajar) membuatnya Ditambah lagi saya juga seorang KUTER (kuis hunter ) disela sebagai IRT, semoga suatu saat ada rejeki dari belajar ngeblog ini 😃 Jadi sepertinya saya membutuhkan blog yang insyaallah akan saya isi tentang keseharian saya sebagai IRT yang punya BALITA, trip dan trik seputar parenting, makanan dan segala hal yang asyik buat di bikin blog 😍 Bagi mom yang mau intip-intip bisa liat ig saya @rahmiarabella boleh follow , tar saya follback Jadi saya masih mohon saran dan kritik dalam hal penulisan blog ini , maklum pendatang baru. Wassalam 😘 Bekasi 29012018

Pentingnya Sebuah Apresiasi

Sebagai orang tua, memang sangat bangga jika anak mendapatkan nilai baik, apalagi mendapatkan ranking teratas di kelasnya. Banyak orang tua yang suka memberikan hadiah kepada anaknya jika nilai-nilai mereka memuaskan. Memang tidak ada salahnya memberikan apresiasi berupa hadiah atas prestasi anak. Namun, seringkali orang tua malah lupa untuk menghargai usaha yang telah anak lakukan untuk mencapai sesuatu. Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya selalu menitikberatkan pada usaha anak untuk mencapai prestasi, bukan pada hasil akhirnya. Sehingga, jika suatu saat nilai atau ranking anak turun, padahal sebenarnya ia pun sudah berusaha, orang tua tidak merasa dikecewakan dan malah memarahi anak. Mari tumbuhkan tekad yang kuat dalam setiap diri anak-anak kita, melalui teladan diri kita sendiri lebih dahulu. Orang tua juga harus menghargai setiap proses yang sedang terjadi dalam diri anak bila mereka telah bekerja keras dan memiliki tekad yang kuat. Anak-anak tidak akan patah semangat ket...