Skip to main content

Memacu Semangat Belajar Anak .Ini Tipsnya




Bagi anak-anak belajar adalah hal yang sangat membosankan dan tidak menyenangkan. Wajarlah jika anak beranggapan demikian, karena usia anak adalah usia bermain. Dunia mereka adalah dunia bermain.
Ya, anak-anak di usia dini memang masih sulit untuk belajar dan belum mengerti apa manfaat belajar. Namun hal ini tentu tak bisa dibiarkan ketika anak sudah mulai duduk di bangku sekolah, terutama Sekolah Dasar. Karena walau bagaimanapun, belajar tetap penting untuk mengasah kemampuan akademis dan perkembangan anak.
Tentunya orang tua akan melakukan banyak hal agar anak semangat dan mau belajar. Lalu bagaimana caranya? Simak 10  cara berikut ini ya moms!
1. Selalu memberikan dukungan
Cara pertama yang perlu dilakukan orang tua agar anak mau belajar adalah dengan selalu memberikan dukungan pada anak agar dia bersemangat belajar. Termasuk memberikan fasilitas belajarnya. Seperti memberikan buku pelajaran yang diperlukan, meja belajar, atau apapun yang anak butuhkan. Mungkin hal ini terkesan sepele, tapi memiliki pengaruh dalam menentukan apakah anak  akan rajin belajar atau tidak. Ketika seorang anak merasakan dukungan orang tua atas keinginannya maka anak pun akan merasa bertanggung jawab dan berusaha untuk belajar dengan sungguh-sungguh. 
2. Selalu  komunikasi dengan anak
Orang tua yang perhatian sudah seharusnya dapat memberikan waktu untuk berkomunikasi dengan anak. Tanyakan apa saja aktivitas anak  di sekolah, apakah ada hal yang menarik atau adakah hal yang tidak dia sukai? Komunikasi ini cukup efektif untuk membuat anak  menyadari bahwa Anda  benar-benar perhatian padanya. Anak-anak yang merasakan ketulusan perhatian orangtuanya,  akan termotivasi untuk terus belajar.
3. Berikan reward ketika anak berprestasi
Satu lagi cara mendidik anak agar mau belajar adalah dengan memberikan reward ketika anak berprestasi. Tapi, jangan pernah memberikan anak  reward tanpa  menunjukkan usaha dan upaya untuk terus belajar. Anak-anak yang merasakan reward ketika berprestasi,  dapat terus termotivasi  belajar dan kembali mencapai prestasi lagi. Prestasi ini pun kemudian menjadi alasan mengapa anak-anak harus terus belajar dan akhirnya anak-anak pun memahami, bahwa melalui belajar ada banyak hal yang bisa ia dapatkan. 
4. Jelaskan manfaat belajar pada anak
Coba jelaskan manfaat belajar pada anak sebagai cara untuk membuatnya mengerti dan mau belajar. Anda harus meluangkan waktu dan mengajak anak berbincang-bincang mengenai apa saja manfaat belajar bagi masa depannya kelak. Anak-anak pun harus dibuat mengerti bahwa dengan belajar, berbagai hal yang diinginkan dapat dimiliki.
5. Menerapkan jam belajar secara disiplin
Belajar dengan disiplin  merupakan salah satu cara yang paling efektif, agar anak mau belajar tanpa diperintah. Disiplin disini maksudnya adalah  tidak ada kegiatan lain yang bisa dilakukan oleh anak-anak di waktu yang telah ditetapkan, selain belajar. Anda harus mematikan televisi, internet, dan menyimpan alat-alat elektronik lainnya. Berikan pemahaman padanya bahwa waktu tersebut memanglah waktu belajar dan bukan waktu untuk bermain.
6. Memberikan contoh yang baik
Anak biasanya akan mencontoh orangtuanya. Jika Anda sebagai orangtuanya menunjukkan minat belajar, minimal membaca, otomatis anak akan terpacu semangat belajarnya. Anda dapat menunjukkan contoh yang baik, tidak hanya dalam hal tersebut. Cara lain yang dapat Anda lakukan adalah dengan memberikan contoh tidak terlalu sering menonton televisi.
7. Mengajak anak berlibur sehabis ujian
Mengajak anak berlibur sehabis ujian merupakan satu cara mendidik anak  untuk mau rajin belajar. Cara ini memang terlihat sederhana, namun dapat memotivasi anak  untuk dapat belajar lebih rajin dan menyelesaikan ujian dengan baik. Setelah ujian selesai, anak-anak akan tahu bahwa orang tuanya akan mengajak ia untuk berlibur. Untuk itu, anak-anak pun akan berusaha semaksimal mungkin untuk membanggakan orang tuanya dengan menyelesaikan ujian dengan baik.
8. Pelajari bagaimana tipe belajar anak
Ketahuilah bagaimana tipe belajar anak Anda. Karena setiap anak memiliki tipe belajar yang berbeda. Mungkin Anda dapat membawa anak  ke psikolog atau dapat meminta saran dari gurunya untuk mengetahui bagaimana anak Anda lebih mudah belajar. Dengan mengetahui tipe belajar anak anda tersebut, Anda pun dapat menyesuaikan alat bantu belajar dengan menyesuaikan tipe belajarnya.
9. Berikan waktu Istirahat
Setiap orang pasti merasakan kejenuhan dalam aktivitasnya. Kejenuhan itu dapat juga terjadi dalam hal belajar. Karena itu, berikan waktu istirahat untuk anak-anak Anda. Jangan sampai anak Anda jenuh dan berontak tidak ingin belajar lagi akibat jenuh yang  memuncak. Ingat, anak-anak bukanlah robot yang tak pernah bosan atau lelah. Tetapkan jam belajar yang proporsional dalam arti tidak terlalu lama atau sebentar. Kemudian,  Anda dapat memberikan waktu istirahat belajar  di hari sabtu dan minggu atau saat tanggal merah. Biarkan anak bermain atau berlibur tanpa disibukan oleh aktivitas belajar.
10. Ciptakan suasana belajar yang nyaman di rumah
Suasana rumah yang nyaman akan sangat mendukung semangat belajar anak. Ciptakan ruang belajar yang nyaman. Dalam arti cukup ventilasi udara, tidak pengap dan tidak penuh sesak oleh barang. Selain itu sebagai orangtua, Anda dan pasangan harus bersinergi memacu semangat belajarnya. Jangan sekalipun bertengkar di depan anak. Jika orang tua sering bertengkar, maka belajar tidak menjadi prioritas utama lagi bagi anak. Maka ciptakan kerukunan dan kekompakan di rumah, sehingga anak akan lebih tenang dan nyaman belajar.
So moms, jangan pernah lelah dan bosan ya mendampingi dan membimbing mereka dalam belajar. Meskipun kesuksesan kelak juga dipengaruhi faktor keberuntungan, paling tidak dengan semangat belajar yang dimilikinya, anak telah memiliki sebagian modal untuk sukses di masa depanmya.
#generasimaju
#mombassadorsgmeksplor
#sgmeksplor

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Penggunaan Gadged bagi si kecil

Di zaman sekarang kehidupan tidak terlepas dari gadged . Si kecilpun ikutan interest dengan barang milenial ini. Tapi tahukan bunda sebaiknya anak usia 0 - 24 bulan dijauhakan dari gadged. Dan untuk anak usia 3-5 tahun dibatasi penggunaan gadged hanya 1 jam sehari. Sedangkan untuk anak usia 6-12 tahun sebaiknya hanya dibatasi 2 jam sehari. Beberapa bahaya penggunaan Gadged bagi si kecil : 1.  Mengganggu pertumbuhan otak anak Sikecil usia 0 - 4 tahun adalah masa emas pertumbuhannya si kecil. Perkembangan otak anak dipengaruhi stimulasi lingkungan. . Stimulasi berlebih dari gadget (hp, internet, tv, ipad, dll) pada otak anak yang sedang berkembang, dapat menyebabkan keterlambatan koginitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsif, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri. 2. Tumbuh kembang yang lambat Bahaya penggunaan gadget pada anak, juga membatasi gerak fisiknya. Yang membuat tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan t...

Salam Kenal 😍

Assalammu^alaikum Hai Moom 😘😘😘 Perkenalkan saya Lyli. Ibu seorang anak yang cantik bernama Arabella 3y6m. Ini adalah blog perdana saya.  Berawal dari temen-temen ig rata-rata punya blog. Makanya saya coba (belajar) membuatnya Ditambah lagi saya juga seorang KUTER (kuis hunter ) disela sebagai IRT, semoga suatu saat ada rejeki dari belajar ngeblog ini 😃 Jadi sepertinya saya membutuhkan blog yang insyaallah akan saya isi tentang keseharian saya sebagai IRT yang punya BALITA, trip dan trik seputar parenting, makanan dan segala hal yang asyik buat di bikin blog 😍 Bagi mom yang mau intip-intip bisa liat ig saya @rahmiarabella boleh follow , tar saya follback Jadi saya masih mohon saran dan kritik dalam hal penulisan blog ini , maklum pendatang baru. Wassalam 😘 Bekasi 29012018

Pentingnya Sebuah Apresiasi

Sebagai orang tua, memang sangat bangga jika anak mendapatkan nilai baik, apalagi mendapatkan ranking teratas di kelasnya. Banyak orang tua yang suka memberikan hadiah kepada anaknya jika nilai-nilai mereka memuaskan. Memang tidak ada salahnya memberikan apresiasi berupa hadiah atas prestasi anak. Namun, seringkali orang tua malah lupa untuk menghargai usaha yang telah anak lakukan untuk mencapai sesuatu. Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya selalu menitikberatkan pada usaha anak untuk mencapai prestasi, bukan pada hasil akhirnya. Sehingga, jika suatu saat nilai atau ranking anak turun, padahal sebenarnya ia pun sudah berusaha, orang tua tidak merasa dikecewakan dan malah memarahi anak. Mari tumbuhkan tekad yang kuat dalam setiap diri anak-anak kita, melalui teladan diri kita sendiri lebih dahulu. Orang tua juga harus menghargai setiap proses yang sedang terjadi dalam diri anak bila mereka telah bekerja keras dan memiliki tekad yang kuat. Anak-anak tidak akan patah semangat ket...