Skip to main content

Tips Menggali Potensi Anak

Setiap anak adalah Istimewa. Memiliki potensi dan keunikan masing-masing. Pada zaman  kita dahulu, penilaian potensi anak hanya berpatokan pada angka-angka yang tertera pada raport yang dibagikan setiap catur wulan.

Namun seiring berkembangnya waktu dan  kesadaran orang tua akan potensi masing-masing anak atau yang umum disebut dengan teori multiple intelligence, kini rasanya kita tak lagi perlu menuntut anak untuk sepandai teman-temannya dalam hal matematika, secepat kakaknya dalam berenang atau semerdu sepupunya dalam bernyanyi. Ya, karena putra putri kita adalah istimewa dengan caranya masing-masing.

Tugas besar kita sebagai orang tua tentunya membimbing dan menuntun anak untuk dapat mengetahui potensi mereka masing-masing. Di sinilah para orang tua (termasuk saya) mulai kebingungan harus diawali dari mana? Mengenalkan anak dengan berbagai les kah? Pengenalan profesi kah? Karena rasanya terlalu banyak hal yang perlu dikenalkan pada anak dan sering kali kita memang terburu-buru ingin melihat dimana potensi anak kita.

Maka inilah tips untuk Menggali Potensi Anak. Meski pada prakteknya saya masih berjalan, artinya belum benar-benar mengetahui minat bakat atau bawaan alaminya. Namun patokan ini membuat kita belajar, bahkan membuat tabel tentang kegiatan apa saja yang diminati anak. Let's check this out :

1. Temukan potensi, minat dan kegemaran (hobby) anak.

Anak-anak sangat suka bereksplorasi, bebaskan mereka melakukan kegiatan yang mereka suka. Biasanya di tahap awal hampir semua anak suka menggambar, mewarnai dan mencorat-coret apapun. Sediakan media yang mereka butuhkan dan amati. Selain itu Ayah Bunda bisa mengajak putra putri ke berbagai acara maupun pameran, seperti ke museum, ke kota lama, ke pameran perumahan, mobil, buku, dll. Jangan pernah berpikir mereka terlalu kecil untuk mengetahui hal-hal tersebut, justru kitalah yang akan tercengang dengan kecepatan belajar mereka.

2. Apakah berminat / unggul di jalur akademis? Non akademis? Atau keduanya?

Ada anak yang akademisnya biasa-biasa saja, namun unggul di bidang seni atau olah raga. Namun beberapa anak unggul di kedua bidang tersebut. Sangat banyak tokoh terkenal yang selain dinilai BERBAKAT, ia juga PINTAR secara akademis.

Ini berlaku buat anak diatas 7 tahun yang sudah sekolah di Sekolah Dasar

3. Berikan aktivitas yang mengembangkan keunggulannya sesering mungkin.

Apapun yang sedang diminati anak saat itu, sebisa mungkin kita fasilitasi. Anak senang menggambar, masukkan sanggar. Sedang suka sekali berenang, latih sampai ia mahir. Suka mengarang cerita, sering-seringlah mendongeng dan pergi ke perpustakaan / toko buku bersamanya.

Lantas, bagaimana jika suatu saat ia bosan? Kan sudah mengeluarkan banyak biaya untuk les ini itu? BAGUS kalau ia bosan sejak dini, daripada setelah dewasa ia bosan dengan profesinya! Lebih baik mengetahui sejak dini apa yang ia suka dan tidak. Jika seseorang berminat dan berbakat pada hal tertentu, tentunya tidak pernah ada kata bosan.

Saat anak suka taekwondo, ikutkan ia les yang terbaik. Ingin ikut kompetisi? Fasilitasi saja. Tapi ingat, kita jangan sampai memaksa. Bila suatu saat ia ingin berhemti dan mencoba hal lain? Biarlah ia mencoba, kelak jika ia pasti akan kembali pada hal-hal yang dicintainya.

4. Cek konsistensi anak.

Disinilah kita baru mengetahui apakah yang ia minati hanya sekedar musiman, ikut-ikutan teman, atau memang ia punya minat dan keunggulan di bidang itu. Seperti saat ini, lego adalah trend di kalangan anak-anak, sehingga banyak dari mereka yang kemudian ikut les lego, rancang bangun, robotika dll. Namun ketika trend berubah kepada hal lain, ia serta  merta menginginkan hal yang sama.

Tak mengapa, kita hanya perlu mengecek bagaimana konsistensi anak terhadap bidang yang ia minati.

5. Fasilitasi dengan sekolah yang tepat.

Setelah anak tau betul apa yang ia sukai dan inginkan, jangan pernah tanggung untuk memfasilitasi mereka dengan sekolah yang tepat dan terbaik. Tentunya yang paling menunjang perkembangan bakat yang diminatinya.

6. Cari di internet tentang profil tokoh yang sukses di bidang yang disukai anak.

Hal ini penting untuk terus memberikan motivasi pada anak. Cari tokoh yang sesuai dengan visi misi keluarga dan bidang yang disukai anak, ceritakan pada mereka. Bahkan mencarinya bersama-sama tentu akan menjadi kegiatan yang mengasyikkan.

7. Doakan sepanjang waktu.

Yang terakhir, apalah arti segala usaha kita jika tanpa kehendak Yang Maha Kuasa

Nah 7 tips diatas bisa bunda coba di rumah !

#GenerasiMaju

#MombassadorSGMEksplor

#SGMEksplor


Sumber : google n parenthink

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Penggunaan Gadged bagi si kecil

Di zaman sekarang kehidupan tidak terlepas dari gadged . Si kecilpun ikutan interest dengan barang milenial ini. Tapi tahukan bunda sebaiknya anak usia 0 - 24 bulan dijauhakan dari gadged. Dan untuk anak usia 3-5 tahun dibatasi penggunaan gadged hanya 1 jam sehari. Sedangkan untuk anak usia 6-12 tahun sebaiknya hanya dibatasi 2 jam sehari. Beberapa bahaya penggunaan Gadged bagi si kecil : 1.  Mengganggu pertumbuhan otak anak Sikecil usia 0 - 4 tahun adalah masa emas pertumbuhannya si kecil. Perkembangan otak anak dipengaruhi stimulasi lingkungan. . Stimulasi berlebih dari gadget (hp, internet, tv, ipad, dll) pada otak anak yang sedang berkembang, dapat menyebabkan keterlambatan koginitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsif, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri. 2. Tumbuh kembang yang lambat Bahaya penggunaan gadget pada anak, juga membatasi gerak fisiknya. Yang membuat tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan t...

Salam Kenal 😍

Assalammu^alaikum Hai Moom 😘😘😘 Perkenalkan saya Lyli. Ibu seorang anak yang cantik bernama Arabella 3y6m. Ini adalah blog perdana saya.  Berawal dari temen-temen ig rata-rata punya blog. Makanya saya coba (belajar) membuatnya Ditambah lagi saya juga seorang KUTER (kuis hunter ) disela sebagai IRT, semoga suatu saat ada rejeki dari belajar ngeblog ini πŸ˜ƒ Jadi sepertinya saya membutuhkan blog yang insyaallah akan saya isi tentang keseharian saya sebagai IRT yang punya BALITA, trip dan trik seputar parenting, makanan dan segala hal yang asyik buat di bikin blog 😍 Bagi mom yang mau intip-intip bisa liat ig saya @rahmiarabella boleh follow , tar saya follback Jadi saya masih mohon saran dan kritik dalam hal penulisan blog ini , maklum pendatang baru. Wassalam 😘 Bekasi 29012018

Pentingnya Sebuah Apresiasi

Sebagai orang tua, memang sangat bangga jika anak mendapatkan nilai baik, apalagi mendapatkan ranking teratas di kelasnya. Banyak orang tua yang suka memberikan hadiah kepada anaknya jika nilai-nilai mereka memuaskan. Memang tidak ada salahnya memberikan apresiasi berupa hadiah atas prestasi anak. Namun, seringkali orang tua malah lupa untuk menghargai usaha yang telah anak lakukan untuk mencapai sesuatu. Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya selalu menitikberatkan pada usaha anak untuk mencapai prestasi, bukan pada hasil akhirnya. Sehingga, jika suatu saat nilai atau ranking anak turun, padahal sebenarnya ia pun sudah berusaha, orang tua tidak merasa dikecewakan dan malah memarahi anak. Mari tumbuhkan tekad yang kuat dalam setiap diri anak-anak kita, melalui teladan diri kita sendiri lebih dahulu. Orang tua juga harus menghargai setiap proses yang sedang terjadi dalam diri anak bila mereka telah bekerja keras dan memiliki tekad yang kuat. Anak-anak tidak akan patah semangat ket...