Skip to main content

Tips Agar Anak Tidur Nyenyak di Malam Hari

Sering mendapati si kecil yang masih mengantuk dan nggak segar di pagi hari, Bun? Mungkin salah satu penyebabnya adalah tidur malam si kecil nggak berkualitas alias nggak nyenyak.

Tidur nyenyak di malam hari bagi si kecil memang harus kita usahakan, Bun. Terutama pada anak yang baru saja dipercaya tidur di kamarnya sendiri. Kita perlu mendisiplinkan jam tidur anak agar mereka nggak kemalaman tidurnya. Kita juga perlu banget memastikan mereka merasa nyaman di kamarnya.

Seorang pakar kesehatan tidur mengungkapkan tips dan trik sederhana yang dapat digunakan orang tua untuk membuat anak-anaknya nyaman di tempat tidur mereka sendiri dan memiliki tidur malam yang berkualitas.

Apa saja tips dan triknya? Yuk, simak bersama.

1. Jika Tidurnya Terpisah Kamar, Beri Pendekatan yang Baik

Perlu pendekatan yang baik jika kita ingin anak tidur di kamarnya sendiri. Vicki Dawson, CEO dari The Children's Sleep Charity, mengatakan anak sering melalui tahap yang menakutkan tentang tidur di kamar mereka sendiri.

"Banyak keluarga memilih untuk tidur bersama dan tidur nyenyak di malam hari, tetapi itu tidak untuk sebagian orang tua," tutur Vicki.

Nah, lebih baik kita perlahan memberi pengertian kepada anak bahwa tidur sendiri itu bisa membuat diri mereka lebih berani dan percaya diri. Beri pengertian dengan bahasa yang dimengerti anak.

2. Konsistensi adalah Kunci

Rutinitas sangat penting untuk anak kecil, dan cenderung gagal jika kita nggak konsisten. Beri kesempatan pada anak untuk menyesuaikan kegiatan rutinnya setidaknya dua minggu untuk memungkinkan pola tidur membaik.

Orang tua ikut andil dalam kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan anak sehari-hari usahakan berpola atau konsisten

3. Buat Kamar Anak Menjadi Nyaman

Tanyakan kepada anak apakah ada yang membuatnya sering terbangun atau takut dan nggak nyaman.

Apakah terlalu gelap, terlalu panas, atau terlalu dingin. Selesaikan masalah ini di siang hari untuk membuat anak merasa nyaman. Siobhan Freegard, pendiri ChannelMum merekomendasikan lampu sorot untuk dipasang di kamar anak.

"Lampu sorot di malam itu menyejukkan dapat membantu anak-anak yang cemas, yang takut pada kegelapan. Orang tua juga bisa putar musik lembut untuk membantu tidur mereka," ujar Siobhan.

Mungkin juga dapat menghias kamar anak dengan karakter superhero atau idolanya agar anak merasa senang dan nyaman.

4. Lakukan Co-sleeping

Menemani mereka tidur untuk satu atau dua malam dapat membantu anak merasa nyaman. Ketika mereka sudah nyaman dan terlelap, kita bisa bergegas pindah ke kamar sendiri.

Lakukan sampai anak bener-bener nayaman ditinggal tidur sendiri.

5. Biarkan Anak Bermain di Kamar di Siang Hari

Kamar tidur anak seringkali menjadi tempat yang digunakan hanya di malam hari. Jika semua yang mereka lakukan di sana adalah tidur, hal ini dapat menyebabkan mereka mengasosiasikannya dengan sendirian atau berada dalam kegelapan.

Dengan memungkinkan mereka menghabiskan satu jam atau lebih di sana dalam sehari, mereka akan mulai bersantai dan mengasosiasikannya dengan hal-hal positif. 

Inilah beberapa tips yang bisa bunda coba dirumah. Semoga berhasil ๐Ÿ˜

#GenerasiMaju

#MombassadorSGMEksplor

#SGMEksplor


Sumber : google dan parenting anak 

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Penggunaan Gadged bagi si kecil

Di zaman sekarang kehidupan tidak terlepas dari gadged . Si kecilpun ikutan interest dengan barang milenial ini. Tapi tahukan bunda sebaiknya anak usia 0 - 24 bulan dijauhakan dari gadged. Dan untuk anak usia 3-5 tahun dibatasi penggunaan gadged hanya 1 jam sehari. Sedangkan untuk anak usia 6-12 tahun sebaiknya hanya dibatasi 2 jam sehari. Beberapa bahaya penggunaan Gadged bagi si kecil : 1.  Mengganggu pertumbuhan otak anak Sikecil usia 0 - 4 tahun adalah masa emas pertumbuhannya si kecil. Perkembangan otak anak dipengaruhi stimulasi lingkungan. . Stimulasi berlebih dari gadget (hp, internet, tv, ipad, dll) pada otak anak yang sedang berkembang, dapat menyebabkan keterlambatan koginitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsif, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri. 2. Tumbuh kembang yang lambat Bahaya penggunaan gadget pada anak, juga membatasi gerak fisiknya. Yang membuat tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan t...

Salam Kenal ๐Ÿ˜

Assalammu^alaikum Hai Moom ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ Perkenalkan saya Lyli. Ibu seorang anak yang cantik bernama Arabella 3y6m. Ini adalah blog perdana saya.  Berawal dari temen-temen ig rata-rata punya blog. Makanya saya coba (belajar) membuatnya Ditambah lagi saya juga seorang KUTER (kuis hunter ) disela sebagai IRT, semoga suatu saat ada rejeki dari belajar ngeblog ini ๐Ÿ˜ƒ Jadi sepertinya saya membutuhkan blog yang insyaallah akan saya isi tentang keseharian saya sebagai IRT yang punya BALITA, trip dan trik seputar parenting, makanan dan segala hal yang asyik buat di bikin blog ๐Ÿ˜ Bagi mom yang mau intip-intip bisa liat ig saya @rahmiarabella boleh follow , tar saya follback Jadi saya masih mohon saran dan kritik dalam hal penulisan blog ini , maklum pendatang baru. Wassalam ๐Ÿ˜˜ Bekasi 29012018

Pentingnya Sebuah Apresiasi

Sebagai orang tua, memang sangat bangga jika anak mendapatkan nilai baik, apalagi mendapatkan ranking teratas di kelasnya. Banyak orang tua yang suka memberikan hadiah kepada anaknya jika nilai-nilai mereka memuaskan. Memang tidak ada salahnya memberikan apresiasi berupa hadiah atas prestasi anak. Namun, seringkali orang tua malah lupa untuk menghargai usaha yang telah anak lakukan untuk mencapai sesuatu. Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya selalu menitikberatkan pada usaha anak untuk mencapai prestasi, bukan pada hasil akhirnya. Sehingga, jika suatu saat nilai atau ranking anak turun, padahal sebenarnya ia pun sudah berusaha, orang tua tidak merasa dikecewakan dan malah memarahi anak. Mari tumbuhkan tekad yang kuat dalam setiap diri anak-anak kita, melalui teladan diri kita sendiri lebih dahulu. Orang tua juga harus menghargai setiap proses yang sedang terjadi dalam diri anak bila mereka telah bekerja keras dan memiliki tekad yang kuat. Anak-anak tidak akan patah semangat ket...