Skip to main content

Cara Meningkatkan Daya Ingat Anak


・・・
Memori atau daya ingat adalah kemampuan untuk mendapatkan, menyimpan, dan mengingat kembali informasi atau pengalaman.
.
Menurut Michelle Anthony, MA, PhD., kemampuan ini baru berkembang setelah anak berusia 3 tahun.
.
Daya ingat akan sangat memengaruhi anak bila sudah mulai masuk usia sekolah (7-12 tahun).

Pada masa itu anak akan mendapatkan banyak pengetahuan baru yang harus diingat dan dipahaminya, sehingga membutuhkan daya konsentrasi yang baik agar dapat mengingat dengan baik.
.
Anak dengan daya konsentrasi yang baik maka daya ingatnya pun akan terasah baik sehingga mampu mengingat keterampilan yang dipelajarinya dengan lebih baik.
.
Untuk melatih konsentrasi dan daya ingat anak, coba lakukan ini ya, Bunda.
.
1. Memberikan asupan makanan yang sehat.

Dukung tumbuh kembang anak dengan makanan 4 sehat 5 sempurna. Dimana dalam usia pertumbuhan meminum susu SGM Eksplor 2x sehari sangat berarti sekali.

2. Tidur teratur.

Usia anak mempengarungi jumlah waktu tidurnya. Jumlah waktu tidur bayi dan anak berbeda. Sesuaikan waktu tidur anak dengan usianya.

Ajak anak tidur lebih cepat agar bisa segar beraktifitas di pagi harinya.

3. Melakukan permainan sambil belajar.

Temani anak belajar agar bunda bisa saling berinteraksi . Lakukan permainan sambil belajar agar kosentrasi anak meningkat.

4. Memberikan aktivitas menulis.

Dengan menulis saraf sensorik dan motorik anak bergerak. Sehingga dapat meningkatkan imajinasi dan daya ingatnya.

5. Melakukan latihan otak dengan pancingan berbagai pertanyaan agar nantinya bisa memancing otak anak untuk berkembang dan memunculkan berbagai ide baru.

Kedekatan orang tua dan anak sangat menunjang sekali untuk meningkatkan daya ingatnya. Sering melakukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memancing ide-ide dan kosakata baru bagi anak.

6. Beri asupan omega 3 pada anak.

Omega 3 sangat bagus sekali buat nutrisi otak.  Kandungan ini terdapat dalam susu SGM Eksplor .

7. Biasakan anak melakukan aktivitas olahraga.

Lakukan secara bersama-sama dan lakukan olahraga yang disenangi anak.

8. Lakukan permainan edukatif untuk meningkatkan keterampilan dan memori anak.

Bunda dapat membuat sendiri mainan edukatif bersama , atau pun membelinya. Agar kemampuan motorik dan sensorik anak semaking berkembang sehingga dapat meningkatkan daya ingat anak.

9. Memberi batasan pada anak untuk menonton TV agar anak lebih beraktivitas menggunakan otaknya.

Disiplinkan anak dalam menonton TV dan bermain gadget. Agar anak bersosialisasi dan beraktifitas  dengan lingkungan.

10. Memberikan aneka asupan vitamin dan sayuran.

Yang terdapat dalam makanan 4 sehat 5 sempurna tadi.

11. Membantu anak dalam mengatasi stres yang dapat memengaruhi perkembangan otaknya.

Jaga komunikasi dengan anak. Selalu sediakan waktu buat menemani anak dan mendengarkan ceritanya.

12. Mengajak anak liburan.

Rutinitas harian sekolah ataupun bermain mungkin kadang membuat anak suntuk. Ajak anak liburan le tempat wisata edukasi ataupun wisata hiburan.

13. Melakukan permainan otak untuk melatih konsentrasi dan daya ingatnya.

Seperti mengatur kegiatan si Kecil dengan memakai timer, yaitu aktivitas dilakukan bersama anak dalam kurun waktu tertentu. Misal, minta anak menyelesaikan tugas (mewarnai/menyusun puzzle) dalam kurun waktu tertentu. Bila timer berbunyi, maka anak diperbolehkan melakukan aktivitas yang lain.

#GenerasiMaju

#MombassadorSGMEksplor

#SGMEksplor

Sumber : Parenting Anak

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Penggunaan Gadged bagi si kecil

Di zaman sekarang kehidupan tidak terlepas dari gadged . Si kecilpun ikutan interest dengan barang milenial ini. Tapi tahukan bunda sebaiknya anak usia 0 - 24 bulan dijauhakan dari gadged. Dan untuk anak usia 3-5 tahun dibatasi penggunaan gadged hanya 1 jam sehari. Sedangkan untuk anak usia 6-12 tahun sebaiknya hanya dibatasi 2 jam sehari. Beberapa bahaya penggunaan Gadged bagi si kecil : 1.  Mengganggu pertumbuhan otak anak Sikecil usia 0 - 4 tahun adalah masa emas pertumbuhannya si kecil. Perkembangan otak anak dipengaruhi stimulasi lingkungan. . Stimulasi berlebih dari gadget (hp, internet, tv, ipad, dll) pada otak anak yang sedang berkembang, dapat menyebabkan keterlambatan koginitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsif, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri. 2. Tumbuh kembang yang lambat Bahaya penggunaan gadget pada anak, juga membatasi gerak fisiknya. Yang membuat tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan t...

Salam Kenal 😍

Assalammu^alaikum Hai Moom 😘😘😘 Perkenalkan saya Lyli. Ibu seorang anak yang cantik bernama Arabella 3y6m. Ini adalah blog perdana saya.  Berawal dari temen-temen ig rata-rata punya blog. Makanya saya coba (belajar) membuatnya Ditambah lagi saya juga seorang KUTER (kuis hunter ) disela sebagai IRT, semoga suatu saat ada rejeki dari belajar ngeblog ini 😃 Jadi sepertinya saya membutuhkan blog yang insyaallah akan saya isi tentang keseharian saya sebagai IRT yang punya BALITA, trip dan trik seputar parenting, makanan dan segala hal yang asyik buat di bikin blog 😍 Bagi mom yang mau intip-intip bisa liat ig saya @rahmiarabella boleh follow , tar saya follback Jadi saya masih mohon saran dan kritik dalam hal penulisan blog ini , maklum pendatang baru. Wassalam 😘 Bekasi 29012018

Pentingnya Sebuah Apresiasi

Sebagai orang tua, memang sangat bangga jika anak mendapatkan nilai baik, apalagi mendapatkan ranking teratas di kelasnya. Banyak orang tua yang suka memberikan hadiah kepada anaknya jika nilai-nilai mereka memuaskan. Memang tidak ada salahnya memberikan apresiasi berupa hadiah atas prestasi anak. Namun, seringkali orang tua malah lupa untuk menghargai usaha yang telah anak lakukan untuk mencapai sesuatu. Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya selalu menitikberatkan pada usaha anak untuk mencapai prestasi, bukan pada hasil akhirnya. Sehingga, jika suatu saat nilai atau ranking anak turun, padahal sebenarnya ia pun sudah berusaha, orang tua tidak merasa dikecewakan dan malah memarahi anak. Mari tumbuhkan tekad yang kuat dalam setiap diri anak-anak kita, melalui teladan diri kita sendiri lebih dahulu. Orang tua juga harus menghargai setiap proses yang sedang terjadi dalam diri anak bila mereka telah bekerja keras dan memiliki tekad yang kuat. Anak-anak tidak akan patah semangat ket...