Skip to main content

Orang Tua Pekerja? Beginilah Cara Mambangun Ikatan Emosional dengan Anak.

Pentingnya membangun ikatan emosi dengan anak harus benar-benar dipahami oleh semua orang tua di zaman modern ini.

Ketika orangtua dan anak memiliki ikatan emosional yang baik, anak akan tumbuh menjadi sosok yang berkepribadian baik.

Orangtua yang tinggal di rumah sungguh beruntung karena mereka mempunyai banyak waktu untuk bersama dengan anak-anak dan dapat membangun ikatan yang kuat dengan mereka.

Sementara  bagi orangtua yang bekerja tentunya, peluang seperti ini harus pandai-pandai kita ciptakan. Jangan sampai kesibukan kita membuat buah hati terabaikan.

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membangun ikatan emosional yang kuat dengan anak.

1. Membacakan Buku Cerita

Selalu meluangkan waktu untuk membacakan dongeng pada anak menjelang tidur merupakan salah satu cara yang ampuh dalam upaya membangun ikatan emosi yang kuat antara orangtua dengan anak.

Selain itu, membacakan dongeng sebelum tidur bisa menjadi salah satu momen intim yang tak akan dilupakan anak. Momen ketika kita selesai membacakan cerita, mengucapkan selamat tidur, lalu mengecup keningnya akan membekas dalam ingatan si anak. Kegiatan ini pun tidak menyita waktu. Cukup sediakan waktu 10 sampai 20 menit saja perharinya.

2. Membantu mengerjakan tugas atau PR

Kesempatan lain untuk memperkuat ikatan kita dengan anak adalah pada saat membantu mereka mengerjakan Pekerjaan Rumah dari sekolah atau tugas lainnya.

Kita bisa membagi tugas dengan pasangan. Misal, untuk PR matematika dibantu papa-nya sementara PR bahasa inggris dibantu mamanya.

Mengwrjakannya bersama-sama tentu sangat mengasyikkan.

3. Menciptakan ritual khusus dengan anak

Misalnya pada saat membereskan meja makan sehabis makan malam atau sarapan, dapat kita jadikan acara ritual khusus untuk menjalin ikatan dengan anak.

Gunakan kesempatan tersebut untuk ngobrol seputar apa saja yang dialami anak pada hari itu.

Jika anak kita lebih dari satu, lakukan sesuatu yang berbeda untuk setiap anak. Dan pastikan setiap anak akan merasa diperlakukan dengan adil pada saat melakukan kegiatan yang kita pilihkan untuk mereka. 

4. Pergi berkemah dengan anak. Atau kegiatan positif lainnya.

Saat berkemah, kita sekeluarga dapat bersantai menikmati liburan bersama-sama. Banyak kegiatan menarik yang dapat dilakukan, seperti membuat api unggun, bercerita di malam hari menjelang tidur dan lainnya. Kegiatan perkemahan ini merupakan peluang besar bagi kedua orangtua untuk menghabiskan quality time dengan anak-anak. 

5. Bersama-sama mengerjakan tugas harian rumah

Pada akhir pekan, saat beres-beres rumah dapat dijadikan salah satu cara untuk membangun ikatan dengan anak bagi orangtua yang sibuk.
Anak yang masih berusia muda pun sudah dapat ikut terlibat. Misalnya anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar dapat diminta untuk membantu mengepel lantai, memberi makan hewan peliharaan maupun menyiram tanaman.
Sesuaikan tugas anak dengan tingkatan usianya.

Cara-cara tersebut sangat membantu para orangtua yang sibuk bekerja agar selalu membangun ikatan emosional kepada anak, sekalipun kita mempunyai jadwal aktivitas yang padat.

Yuk bunda dan ayah, praktekkan dirumah !

#GenerasiMaju

#MombassadorSGMEksplor

#SGMEksplor

Sumber : google

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Penggunaan Gadged bagi si kecil

Di zaman sekarang kehidupan tidak terlepas dari gadged . Si kecilpun ikutan interest dengan barang milenial ini. Tapi tahukan bunda sebaiknya anak usia 0 - 24 bulan dijauhakan dari gadged. Dan untuk anak usia 3-5 tahun dibatasi penggunaan gadged hanya 1 jam sehari. Sedangkan untuk anak usia 6-12 tahun sebaiknya hanya dibatasi 2 jam sehari. Beberapa bahaya penggunaan Gadged bagi si kecil : 1.  Mengganggu pertumbuhan otak anak Sikecil usia 0 - 4 tahun adalah masa emas pertumbuhannya si kecil. Perkembangan otak anak dipengaruhi stimulasi lingkungan. . Stimulasi berlebih dari gadget (hp, internet, tv, ipad, dll) pada otak anak yang sedang berkembang, dapat menyebabkan keterlambatan koginitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsif, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri. 2. Tumbuh kembang yang lambat Bahaya penggunaan gadget pada anak, juga membatasi gerak fisiknya. Yang membuat tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan t...

Salam Kenal 😍

Assalammu^alaikum Hai Moom 😘😘😘 Perkenalkan saya Lyli. Ibu seorang anak yang cantik bernama Arabella 3y6m. Ini adalah blog perdana saya.  Berawal dari temen-temen ig rata-rata punya blog. Makanya saya coba (belajar) membuatnya Ditambah lagi saya juga seorang KUTER (kuis hunter ) disela sebagai IRT, semoga suatu saat ada rejeki dari belajar ngeblog ini 😃 Jadi sepertinya saya membutuhkan blog yang insyaallah akan saya isi tentang keseharian saya sebagai IRT yang punya BALITA, trip dan trik seputar parenting, makanan dan segala hal yang asyik buat di bikin blog 😍 Bagi mom yang mau intip-intip bisa liat ig saya @rahmiarabella boleh follow , tar saya follback Jadi saya masih mohon saran dan kritik dalam hal penulisan blog ini , maklum pendatang baru. Wassalam 😘 Bekasi 29012018

Pentingnya Sebuah Apresiasi

Sebagai orang tua, memang sangat bangga jika anak mendapatkan nilai baik, apalagi mendapatkan ranking teratas di kelasnya. Banyak orang tua yang suka memberikan hadiah kepada anaknya jika nilai-nilai mereka memuaskan. Memang tidak ada salahnya memberikan apresiasi berupa hadiah atas prestasi anak. Namun, seringkali orang tua malah lupa untuk menghargai usaha yang telah anak lakukan untuk mencapai sesuatu. Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya selalu menitikberatkan pada usaha anak untuk mencapai prestasi, bukan pada hasil akhirnya. Sehingga, jika suatu saat nilai atau ranking anak turun, padahal sebenarnya ia pun sudah berusaha, orang tua tidak merasa dikecewakan dan malah memarahi anak. Mari tumbuhkan tekad yang kuat dalam setiap diri anak-anak kita, melalui teladan diri kita sendiri lebih dahulu. Orang tua juga harus menghargai setiap proses yang sedang terjadi dalam diri anak bila mereka telah bekerja keras dan memiliki tekad yang kuat. Anak-anak tidak akan patah semangat ket...