Skip to main content

Bagaimana Cara Menyapih Gadget dari Anak ?

Pada saat menjelang anak berusia 2 ( dua )  tahun biasanya orang tua sibuk mencari berbagai cara untuk menyapih anak dari ASI dengan cara tepat dan penuh cinta.

Tapi kadang praktek tidak seindah teori. Sang Ibu kadang masih melibatkan emosi dan kesabarannya. Yang mana sebenarnya menyapih bukan karena anak yang tidak mampu tapi karena Ibu yang belum siap.

Beberapa Ibu menjelaskan kalau mereka belum siap anaknya bertambah besar dan berkurang ketergantungan kepadanya ( menyusu) . Sebagian lainnya berfikir tidak tega melihat anaknya rewel pada proses penyapihan.

Dan pola yang sama juga terlihat pada orang tua yang belum siap MENYAPIH anaknya dengan GADGET.

Dimana sebenernya mereka tahu bener efek buruk dari kebiasaan memberikan anak Gadget. Tetapi di sisi lain ada ketidaksiapan orang tua untuk menghilangkan kebiasaan tersebut.

Berikut ada beberapa alasan gagalnya penyapihan Gadget pada Anak ;

1. Ketidak kompakkan Orang tua ( Ibu dan Ayah ) dalam menyapih gadget.
Seperti contoh, Ibu ingin membiasakan anak tanpa gadget. Tetapi kurangny dukungan dari Ayah, sehingga Ibu kewalahan dan memberikan Gadget lagi kepada anak.

2. Proses penyapihan yang mendadak. Dimana anak langsung dilarang main gadget tanpa pengurangan waktu bermain secara bertahap. Ini akan membuat si anak kaget dan rewel.

3. Anak menjadi rewel dan emosional ketika tidak diberikan gadget. Sehingga orang tua tidak tega. Hal ini sebenarnya adalah efek yang ditimbulkan karena kecanduan gadget.

4. Orang tua tidak memiliki alternatif aktifitas pengganti gadget di rumah. Sehaingga anak tidak memiliki kegiatan yang menarik yang bisa mengalihkannya dari gadget. Anak akan mudah lagi teringat gadget dan merengek memintanya kembali.

5. Mengubah kebiasaan anak , berarti merubah management waktu orang tua. Orang tua harus memilihi banyak waktu untuk menemani anaknya beraktifitas selain menggunakan gadget. Agar anak teralihkan perlahan demi perlahan.
Kegagalan mengatur waktu bekerja dan menemani anak kadang membuat orang tua lelah dan memberikan gadget lagi ke anak agar orang tua dapat beristirahat dengan tenang.

6. Children see . Children do. Berikan contoh kalau tanpa Gadget itu menyenangkan. Bisa bermain dan bercengkrama bersama. Jangan perlihatkan didepan anak kalau orang tua bermain gadget. Agar anak tidak merengek kembali meminta gadget.

Lalu bagaimana solusinya agar anak bisa disapih dari gadget?

Yang paling utama disini adalah peran kedua orang tua (  Ibu dan Ayah ) yang harus kompak mendukung anak lepas dari Gadget. Dengan memiliki waktu luang untuk bermain dan berinteraksi bersama anak-anak. Memanagement waktu agar Ibu dan Ayah dapat bergantian berinteraksi dengan anak agar anak bisa lupa dengan gadget. Serta mmberikan contoh yang baik dengan tidak bermain gadget di depan anak. Semuanya berperan penting di dalam proses penyapihan gadget pada anak.

#GenerasiMaju
#MombassadorSGMEksplor
#SGMEksplor


Sumber : google n parenting ibu n anak 

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Penggunaan Gadged bagi si kecil

Di zaman sekarang kehidupan tidak terlepas dari gadged . Si kecilpun ikutan interest dengan barang milenial ini. Tapi tahukan bunda sebaiknya anak usia 0 - 24 bulan dijauhakan dari gadged. Dan untuk anak usia 3-5 tahun dibatasi penggunaan gadged hanya 1 jam sehari. Sedangkan untuk anak usia 6-12 tahun sebaiknya hanya dibatasi 2 jam sehari. Beberapa bahaya penggunaan Gadged bagi si kecil : 1.  Mengganggu pertumbuhan otak anak Sikecil usia 0 - 4 tahun adalah masa emas pertumbuhannya si kecil. Perkembangan otak anak dipengaruhi stimulasi lingkungan. . Stimulasi berlebih dari gadget (hp, internet, tv, ipad, dll) pada otak anak yang sedang berkembang, dapat menyebabkan keterlambatan koginitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsif, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri. 2. Tumbuh kembang yang lambat Bahaya penggunaan gadget pada anak, juga membatasi gerak fisiknya. Yang membuat tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan t...

Salam Kenal 😍

Assalammu^alaikum Hai Moom 😘😘😘 Perkenalkan saya Lyli. Ibu seorang anak yang cantik bernama Arabella 3y6m. Ini adalah blog perdana saya.  Berawal dari temen-temen ig rata-rata punya blog. Makanya saya coba (belajar) membuatnya Ditambah lagi saya juga seorang KUTER (kuis hunter ) disela sebagai IRT, semoga suatu saat ada rejeki dari belajar ngeblog ini 😃 Jadi sepertinya saya membutuhkan blog yang insyaallah akan saya isi tentang keseharian saya sebagai IRT yang punya BALITA, trip dan trik seputar parenting, makanan dan segala hal yang asyik buat di bikin blog 😍 Bagi mom yang mau intip-intip bisa liat ig saya @rahmiarabella boleh follow , tar saya follback Jadi saya masih mohon saran dan kritik dalam hal penulisan blog ini , maklum pendatang baru. Wassalam 😘 Bekasi 29012018

Pentingnya Sebuah Apresiasi

Sebagai orang tua, memang sangat bangga jika anak mendapatkan nilai baik, apalagi mendapatkan ranking teratas di kelasnya. Banyak orang tua yang suka memberikan hadiah kepada anaknya jika nilai-nilai mereka memuaskan. Memang tidak ada salahnya memberikan apresiasi berupa hadiah atas prestasi anak. Namun, seringkali orang tua malah lupa untuk menghargai usaha yang telah anak lakukan untuk mencapai sesuatu. Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya selalu menitikberatkan pada usaha anak untuk mencapai prestasi, bukan pada hasil akhirnya. Sehingga, jika suatu saat nilai atau ranking anak turun, padahal sebenarnya ia pun sudah berusaha, orang tua tidak merasa dikecewakan dan malah memarahi anak. Mari tumbuhkan tekad yang kuat dalam setiap diri anak-anak kita, melalui teladan diri kita sendiri lebih dahulu. Orang tua juga harus menghargai setiap proses yang sedang terjadi dalam diri anak bila mereka telah bekerja keras dan memiliki tekad yang kuat. Anak-anak tidak akan patah semangat ket...